Al-Ahzab (Surah 33), Ayat 53
Hebat! Ditemukan 55 warna hukum tajwid pada ayat ini.
Dengarkan Suara Ayat Ini
Tekan tombol Play di bawah untuk mendengarkan pelafalan yang benar ya!
🎨 Panduan Warna Tajwid pada Ayat:
📚 Penjelasan Hukum Tajwid di Ayat Ini:
Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-2 s.d. 4Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-13 s.d. 14Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-31 s.d. 33Qalqalah
Pantulan suara pada huruf qalqalah ketika sukun.
Posisi Karakter: ke-40 s.d. 42Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-47 s.d. 49Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-58 s.d. 59Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-59 s.d. 60Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-60 s.d. 63Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-74 s.d. 76Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-79 s.d. 83Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-121 s.d. 122Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-135 s.d. 136Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-143 s.d. 144Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-167 s.d. 168Qalqalah
Pantulan suara pada huruf qalqalah ketika sukun.
Posisi Karakter: ke-168 s.d. 170Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-175 s.d. 177Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-199 s.d. 200Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-200 s.d. 203Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-208 s.d. 210Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-246 s.d. 249Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-252 s.d. 253Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-274 s.d. 275Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-275 s.d. 276Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-276 s.d. 279Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-297 s.d. 298Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-301 s.d. 304Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-309 s.d. 310Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-331 s.d. 332Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-338 s.d. 339Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-368 s.d. 371Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-376 s.d. 377Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-378 s.d. 383Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-393 s.d. 396Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-399 s.d. 403Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-405 s.d. 407Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-416 s.d. 420Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-420 s.d. 421Qalqalah
Pantulan suara pada huruf qalqalah ketika sukun.
Posisi Karakter: ke-430 s.d. 432Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-462 s.d. 465Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-487 s.d. 491Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-496 s.d. 498Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-507 s.d. 508Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-519 s.d. 521Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-524 s.d. 528Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-528 s.d. 531Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-533 s.d. 535Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-535 s.d. 537Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-544 s.d. 545Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-549 s.d. 550Iqlab
Nun sukun atau tanwin berubah menjadi bunyi mim ketika bertemu ba.
Posisi Karakter: ke-554 s.d. 557Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-564 s.d. 566Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-577 s.d. 580Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-583 s.d. 584Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-599 s.d. 602Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-603 s.d. 604