An-Nisa (Surah 4), Ayat 102
Hebat! Ditemukan 38 warna hukum tajwid pada ayat ini.
Dengarkan Suara Ayat Ini
Tekan tombol Play di bawah untuk mendengarkan pelafalan yang benar ya!
🎨 Panduan Warna Tajwid pada Ayat:
📚 Penjelasan Hukum Tajwid di Ayat Ini:
Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-10 s.d. 13Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-40 s.d. 41Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-41 s.d. 42Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-47 s.d. 48Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-48 s.d. 49Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-65 s.d. 67Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-72 s.d. 77Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-81 s.d. 86Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-103 s.d. 105Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-105 s.d. 107Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-138 s.d. 140Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-153 s.d. 155Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-158 s.d. 162Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-164 s.d. 166Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-186 s.d. 188Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-217 s.d. 219Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-232 s.d. 234Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-255 s.d. 257Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-292 s.d. 293Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-309 s.d. 311Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-387 s.d. 392Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-397 s.d. 401Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-401 s.d. 402Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-407 s.d. 411Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-436 s.d. 440Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-454 s.d. 460Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-460 s.d. 465Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-477 s.d. 480Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-480 s.d. 485Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-489 s.d. 492Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-495 s.d. 499Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-503 s.d. 505Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-505 s.d. 507Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-530 s.d. 532Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-546 s.d. 549Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-550 s.d. 551Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-572 s.d. 573Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-587 s.d. 593