An-Nisa (Surah 4), Ayat 94
Hebat! Ditemukan 33 warna hukum tajwid pada ayat ini.
Dengarkan Suara Ayat Ini
Tekan tombol Play di bawah untuk mendengarkan pelafalan yang benar ya!
🎨 Panduan Warna Tajwid pada Ayat:
📚 Penjelasan Hukum Tajwid di Ayat Ini:
Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-2 s.d. 4Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-13 s.d. 14Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-30 s.d. 32Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-32 s.d. 34Qalqalah
Pantulan suara pada huruf qalqalah ketika sukun.
Posisi Karakter: ke-45 s.d. 47Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-64 s.d. 65Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-84 s.d. 86Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-101 s.d. 103Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-117 s.d. 120Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-132 s.d. 133Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-133 s.d. 134Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-139 s.d. 140Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-157 s.d. 162Qalqalah
Pantulan suara pada huruf qalqalah ketika sukun.
Posisi Karakter: ke-162 s.d. 164Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-179 s.d. 180Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-186 s.d. 187Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-187 s.d. 188Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-191 s.d. 192Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-192 s.d. 193Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-206 s.d. 209Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-210 s.d. 211Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-236 s.d. 240Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-242 s.d. 243Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-250 s.d. 253Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-253 s.d. 258Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-258 s.d. 262Qalqalah
Pantulan suara pada huruf qalqalah ketika sukun.
Posisi Karakter: ke-262 s.d. 264Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-271 s.d. 274Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-275 s.d. 276Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-305 s.d. 307Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-307 s.d. 309Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-312 s.d. 315Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-316 s.d. 317