Al-Maidah (Surah 5), Ayat 6
Hebat! Ditemukan 53 warna hukum tajwid pada ayat ini.
Dengarkan Suara Ayat Ini
Tekan tombol Play di bawah untuk mendengarkan pelafalan yang benar ya!
🎨 Panduan Warna Tajwid pada Ayat:
📚 Penjelasan Hukum Tajwid di Ayat Ini:
Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-2 s.d. 4Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-13 s.d. 14Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-30 s.d. 32Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-32 s.d. 34Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-56 s.d. 57Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-57 s.d. 58Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-63 s.d. 64Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-64 s.d. 65Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-70 s.d. 71Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-78 s.d. 80Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-114 s.d. 115Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-129 s.d. 130Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-137 s.d. 139Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-175 s.d. 176Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-193 s.d. 197Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-197 s.d. 200Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-208 s.d. 213Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-213 s.d. 214Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-223 s.d. 225Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-230 s.d. 234Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-234 s.d. 237Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-237 s.d. 242Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-246 s.d. 249Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-276 s.d. 278Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-286 s.d. 291Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-291 s.d. 294Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-294 s.d. 299Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-302 s.d. 303Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-307 s.d. 309Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-321 s.d. 322Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-331 s.d. 332Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-332 s.d. 333Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-333 s.d. 336Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-338 s.d. 340Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-357 s.d. 359Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-362 s.d. 364Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-365 s.d. 369Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-373 s.d. 376Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-379 s.d. 381Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-388 s.d. 393Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-397 s.d. 402Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-402 s.d. 403Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-410 s.d. 412Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-438 s.d. 443Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-460 s.d. 461Qalqalah
Pantulan suara pada huruf qalqalah ketika sukun.
Posisi Karakter: ke-472 s.d. 474Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-487 s.d. 492Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-500 s.d. 504Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-506 s.d. 507Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-509 s.d. 513Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-543 s.d. 546Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-557 s.d. 558Mad Aridh Lissukun / Mad Lin
Panjang bacaan dapat 2, 4, atau 6 harakat sesuai ketentuan.
Posisi Karakter: ke-590 s.d. 591