Al-Mumtahanah (Surah 60), Ayat 10
Hebat! Ditemukan 47 warna hukum tajwid pada ayat ini.
Dengarkan Suara Ayat Ini
Tekan tombol Play di bawah untuk mendengarkan pelafalan yang benar ya!
🎨 Panduan Warna Tajwid pada Ayat:
📚 Penjelasan Hukum Tajwid di Ayat Ini:
Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-2 s.d. 4Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-13 s.d. 14Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-30 s.d. 32Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-32 s.d. 34Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-43 s.d. 45Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-52 s.d. 53Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-63 s.d. 64Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-71 s.d. 72Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-76 s.d. 77Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-78 s.d. 82Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-82 s.d. 83Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-94 s.d. 97Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-98 s.d. 99Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-122 s.d. 123Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-127 s.d. 130Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-151 s.d. 154Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-163 s.d. 164Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-165 s.d. 169Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-184 s.d. 187Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-194 s.d. 195Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-212 s.d. 215Idgham Bilaghunnah
Peleburan tanpa dengung.
Posisi Karakter: ke-220 s.d. 225Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-256 s.d. 259Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-270 s.d. 275Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-275 s.d. 277Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-280 s.d. 283Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-286 s.d. 288Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-316 s.d. 320Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-320 s.d. 323Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-328 s.d. 331Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-336 s.d. 338Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-353 s.d. 356Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-366 s.d. 369Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-385 s.d. 387Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-397 s.d. 398Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-420 s.d. 422Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-425 s.d. 427Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-430 s.d. 433Qalqalah
Pantulan suara pada huruf qalqalah ketika sukun.
Posisi Karakter: ke-433 s.d. 435Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-454 s.d. 456Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-459 s.d. 461Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-464 s.d. 467Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-470 s.d. 472Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-475 s.d. 476Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-490 s.d. 491Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-520 s.d. 521Mad Aridh Lissukun / Mad Lin
Panjang bacaan dapat 2, 4, atau 6 harakat sesuai ketentuan.
Posisi Karakter: ke-540 s.d. 541