TajwidQu ✨ Belajar Tajwid Ceria
🏡 Kembali ke Beranda 📋 Lihat Semua Ayat di Surah Ini
🌟
✨ Petualangan Membaca Al-Qur'an ✨

Al-Araf (Surah 7), Ayat 148

Hebat! Ditemukan 14 warna hukum tajwid pada ayat ini.

وَٱتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهُۥ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّهُۥ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ ٱتَّخَذُوهُ وَكَانُوا۟ ظَـٰلِمِينَ
🎧

Dengarkan Suara Ayat Ini

Tekan tombol Play di bawah untuk mendengarkan pelafalan yang benar ya!

🎨 Panduan Warna Tajwid pada Ayat:

Ghunnah (Dengung) Idgham (Lebur) Ikhfa (Samar) Iqlab (Ganti) Mad (Panjang) Qalqalah (Pantul)

📚 Penjelasan Hukum Tajwid di Ayat Ini:

#1

Hamzatul Wasal

Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.

Posisi Karakter: ke-2 s.d. 3
#2

Iqlab

Nun sukun atau tanwin berubah menjadi bunyi mim ketika bertemu ba.

Posisi Karakter: ke-29 s.d. 32
#3

Mad Asli

Mad dengan panjang dua harakat.

Posisi Karakter: ke-39 s.d. 40
#4

Qalqalah

Pantulan suara pada huruf qalqalah ketika sukun.

Posisi Karakter: ke-60 s.d. 62
#5

Ikhfa Haqiqi

Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.

Posisi Karakter: ke-63 s.d. 68
#6

Idgham Bilaghunnah

Peleburan tanpa dengung.

Posisi Karakter: ke-71 s.d. 77
#7

Mad Asli

Mad dengan panjang dua harakat.

Posisi Karakter: ke-79 s.d. 80
#8

Huruf Tidak Dibaca

Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.

Posisi Karakter: ke-102 s.d. 104
#9

Ghunnah

Bacaan dengung pada kondisi tertentu.

Posisi Karakter: ke-107 s.d. 110
#10

Mad Asli

Mad dengan panjang dua harakat.

Posisi Karakter: ke-112 s.d. 113
#11

Hamzatul Wasal

Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.

Posisi Karakter: ke-159 s.d. 160
#12

Huruf Tidak Dibaca

Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.

Posisi Karakter: ke-179 s.d. 181
#13

Mad Asli

Mad dengan panjang dua harakat.

Posisi Karakter: ke-184 s.d. 185
#14

Mad Aridh Lissukun / Mad Lin

Panjang bacaan dapat 2, 4, atau 6 harakat sesuai ketentuan.

Posisi Karakter: ke-189 s.d. 190