At-Taubah (Surah 9), Ayat 36
Hebat! Ditemukan 38 warna hukum tajwid pada ayat ini.
Dengarkan Suara Ayat Ini
Tekan tombol Play di bawah untuk mendengarkan pelafalan yang benar ya!
🎨 Panduan Warna Tajwid pada Ayat:
📚 Penjelasan Hukum Tajwid di Ayat Ini:
Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-2 s.d. 5Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-14 s.d. 15Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-15 s.d. 16Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-27 s.d. 30Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-31 s.d. 32Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-39 s.d. 40Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-58 s.d. 63Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-69 s.d. 70Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-73 s.d. 74Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-95 s.d. 96Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-96 s.d. 97Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-102 s.d. 103Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-105 s.d. 106Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-111 s.d. 112Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-127 s.d. 129Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-146 s.d. 150Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-150 s.d. 151Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-156 s.d. 157Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-157 s.d. 158Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-165 s.d. 166Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-191 s.d. 193Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-199 s.d. 202Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-205 s.d. 208Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-219 s.d. 220Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-225 s.d. 227Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-228 s.d. 229Mad Lazim
Mad yang dibaca enam harakat.
Posisi Karakter: ke-245 s.d. 247Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-251 s.d. 255Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-263 s.d. 264Mad Lazim
Mad yang dibaca enam harakat.
Posisi Karakter: ke-278 s.d. 280Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-284 s.d. 288Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-288 s.d. 289Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-295 s.d. 297Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-297 s.d. 299Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-302 s.d. 305Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-306 s.d. 307Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-319 s.d. 320Mad Aridh Lissukun / Mad Lin
Panjang bacaan dapat 2, 4, atau 6 harakat sesuai ketentuan.
Posisi Karakter: ke-329 s.d. 330