An-Nisa (Surah 4), Ayat 12
Hebat! Ditemukan 61 warna hukum tajwid pada ayat ini.
Dengarkan Suara Ayat Ini
Tekan tombol Play di bawah untuk mendengarkan pelafalan yang benar ya!
🎨 Panduan Warna Tajwid pada Ayat:
📚 Penjelasan Hukum Tajwid di Ayat Ini:
Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-33 s.d. 34Idgham Bilaghunnah
Peleburan tanpa dengung.
Posisi Karakter: ke-43 s.d. 48Idgham Bilaghunnah
Peleburan tanpa dengung.
Posisi Karakter: ke-55 s.d. 60Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-62 s.d. 65Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-71 s.d. 75Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-77 s.d. 81Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-89 s.d. 92Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-98 s.d. 102Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-109 s.d. 110Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-110 s.d. 111Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-121 s.d. 124Iqlab
Nun sukun atau tanwin berubah menjadi bunyi mim ketika bertemu ba.
Posisi Karakter: ke-138 s.d. 141Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-155 s.d. 159Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-170 s.d. 172Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-183 s.d. 187Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-191 s.d. 194Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-195 s.d. 196Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-196 s.d. 197Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-207 s.d. 210Idgham Bilaghunnah
Peleburan tanpa dengung.
Posisi Karakter: ke-225 s.d. 230Idgham Bilaghunnah
Peleburan tanpa dengung.
Posisi Karakter: ke-237 s.d. 242Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-252 s.d. 256Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-258 s.d. 262Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-278 s.d. 282Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-286 s.d. 289Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-290 s.d. 291Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-291 s.d. 292Ghunnah
Bacaan dengung pada kondisi tertentu.
Posisi Karakter: ke-302 s.d. 305Idgham Mimi / Syafawi
Mim sukun bertemu mim.
Posisi Karakter: ke-315 s.d. 320Iqlab
Nun sukun atau tanwin berubah menjadi bunyi mim ketika bertemu ba.
Posisi Karakter: ke-321 s.d. 324Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-338 s.d. 342Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-353 s.d. 355Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-366 s.d. 370Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-372 s.d. 376Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-385 s.d. 389Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-399 s.d. 400Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-410 s.d. 411Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-418 s.d. 422Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-426 s.d. 428Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-444 s.d. 448Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-458 s.d. 459Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-462 s.d. 467Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-475 s.d. 476Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-476 s.d. 477Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-489 s.d. 493Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-496 s.d. 498Huruf Tidak Dibaca
Penanda karakter yang tidak dibaca pada kondisi terkait.
Posisi Karakter: ke-498 s.d. 500Ikhfa Haqiqi
Menyamarkan nun sukun atau tanwin dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-512 s.d. 516Mad Asli
Mad dengan panjang dua harakat.
Posisi Karakter: ke-516 s.d. 517Mad Wajib Muttasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Posisi Karakter: ke-535 s.d. 537Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-544 s.d. 545Lam Syamsiyah
Lam pada alif lam tidak dibaca jelas karena melebur pada huruf syamsiyah.
Posisi Karakter: ke-545 s.d. 546Iqlab
Nun sukun atau tanwin berubah menjadi bunyi mim ketika bertemu ba.
Posisi Karakter: ke-557 s.d. 560Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-574 s.d. 578Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di kata berikutnya.
Posisi Karakter: ke-588 s.d. 590Mad Lazim
Mad yang dibaca enam harakat.
Posisi Karakter: ke-614 s.d. 616Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-618 s.d. 622Idgham Bighunnah
Peleburan dengan dengung.
Posisi Karakter: ke-628 s.d. 633Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-636 s.d. 637Hamzatul Wasal
Hamzah yang dibaca saat memulai bacaan dan gugur saat disambung.
Posisi Karakter: ke-646 s.d. 647Mad Aridh Lissukun / Mad Lin
Panjang bacaan dapat 2, 4, atau 6 harakat sesuai ketentuan.
Posisi Karakter: ke-666 s.d. 667